ARSITEKTUR VERNAKULAR ENDE LIO

KONSEP TAPAK
Pola perkampungan pada kompleks Sa’o Ria adalah Linear.
Hal ini dapat dilihat dari perletakan massa bangunan yangmengikuti alur jalan. dengan kontur tanah yang cukup terjal, maka penempatan daerah yang disakralkan seperti Kanga yang merupakan tempat pemujaan mendapatkan tempat yang paling tinggi.
Dalam tapak ada beberapa komponen antara lain:
1. Sao Ria
Sa’o merupakan rumah, sedangkan Ria artinya besar. Jadi pengertian Sa’o Ria adalah Rumah Besar. Sa’o Ria merupakan bangunan utama masyarakat Ende Lio dan amat disakralkan. Pada Sa’o Ria inilah Atalaki Pu’u menetap.


• Fungsi praktis
Sao Ria merupakan tempat berlindung satu atau beberapa keluarga yang seketurunan. Di tempat itulah mereka makan, tidur, dan melakukan pekerjaan – pekerjaan tertentu. Sao Ria juga berfungsi sebagai dapur untuk memasak makanan.

• Fungsi Sosial
Sao Ria adalah tempat tinggal Atalaki Puu beerta saudara – saudaranya.Ia adalah bapak dan ibu dari segenap suku,representan hidup dari nenek – moyang. Ia yang menjamin kesatuan dari seluruh warganya,sebab Sao Ria dibangun oleh segenap warga suku.

• Fungsi Religius
Sao Ria merupakan tempat dilakukannya upacara adat yang bersifat religius seperti upacara pertanian, kelahiran, perkawinan, dan kematian.Adanya Wisu lulu, Ana wula leja, dan barang – barang pusaka keramat lainnya. Membuktikan bahwa Sao Ria bukan saja sebuah tempat tinggal roh nenek – moyang dan tempat manusia bertemu dengan dua ngga’e yang merupakan sumber dan tujuan akhir serta penyelenggara kehidupan alam semesta..

2. Kedha
Kedha adalah pasangan Sao Ria tak berdinding dan tak didiami. Ia dibiarkan kosong dan hanya dipakai beberapa kali dalam setahun, Yakni bila pemuka – pemuka adat membicarakan persoalan – persoalan penting. Sao Kedha dianggap sebagai symbol kejantanan.

3. Bhaku
Bhaku adalah sebuah rumah kecil yang dibangun disamping Sao Ria dan merupakan tempat pertemuan informal. Pada mulanya tamu diterima dan dijamu di Bhaku terlebih dahulu sebelum diterima di Sao Ria. Di dalam Bhaku tersimpan tulang para leluhur.

4. Kebo Ria
Keboria adalah sebuah rumah kecil yang dibangun tidak jauh dari Sao Ria dan terletak berdampingan dengan Bhaku dan menghadap Sao Moni. Keboria memiliki dua ruang utama yakni bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan padi dan jagung, sedangkan bagian bawah tempat untuk mengadakan musyawarah.

5. Kuwu Lewa
Kuwu Lewa didirikan disamping kiri Sao Ria Kuwu Lewa tidak berdinding dan tidak berpenghuni. Kuwu Lewa didirikan khusus untuk memasak daging dari hewan – hewan besar seperti kuda, kerbau, dan babi pada waktu pesta adat.

6. Saga
Saga berbentuk tiang yang terbuat dari kayu nangka, letaknya dibagian depan sebelah kanan Sao Ria. Tingginya sejajar dengan lantai teras depan atau Maga Lo’o.Saga merupakan tempat untuk meletakan sesajian pada acara seremoni adat dalam rangka permohonan restu para leluhur.


7. Kanga
Kanga adalah pelataran yang berbentuk bulat dan berpagar batu didepan Kheda dan Sao Ria terdapat dua buah kanga yaitu kanga suku Ndito dan kanga suku Moni. Kanga suku Ndito lebih tinggi dari Kanga suku Moni karena Kanga suku Ndito dipimpin oleh ata Lake Puu ( Ineame ) yang berkuasa. Tinggi Kanga suku Ndito kurang lebih 3 m dan tinggi Kanga suku Moni 1,5 m kangga merupakan tempat untuk menari tarian Tandak, yakni tarian keakraban dan kesatuan antara para suku dalam upacara adat. Kanga suku Ndito dan Kanga suku Moni dihubungkan oleh Kedha. Semua upacara adat suku Ndito hanya bisa dilakukan dilakukan di kanga suku Ndito begitu pula sebaliknya.
Di tengah Kanga terdapat dua buah batu. Batu yang berdiri tegak dinamakan Tubu Musu yang melambangkan unsure jantan penghubung langit dan bumi.
Disamping Tubu Musu terdapat Musu Mase yakni batu ceper bulat tempat sesajian untuk nenek moyang.
Kanga merupakan tempat suci, symbol kekuatan disitulah para moyang dikuburkan dan diberi persembahan. Disitu pula mereka menyambut Dua Ngga’e pada upacara-upacara adat.
Diantara Kanga Ndito dan kanga Moni dekat Bahaku ada Rate atau kubur tempat disemayamkan Atalake Puu/Ine Ame selama menanti pemetian tulang yang kemudian akan disimpan di dalam bhaku.

1 komentar:

Rizky2009 mengatakan...

pertamaxx..

selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin

Posting Komentar

 
Powered By Blogger | Portal Design By Trik-tips Blog © 2009 |Redesign by Arch NTT | Resolution: 1024x768px | Best View: Firefox | Top